Ekonomi Hijau dan Kesiapan Indonesia

Ekonomi hijau digadang-gadang menjadi salah satu solusi di tengah krisis akibat pandemi COVID-19. Disampaikan oleh Chief Executive Officer Landscape Indonesia, Agus Sari, stimulus yang diberikan pemerintah akan memberikan kekuatan untuk pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.

“Pandemi ini jarang terjadi tapi semua orang tahu itu pasti terjadi. One way or another, apakah ini black swan? Belum tentu, karena ini pasti terjadi, hanya waktunya saja yang belum kita tahu. Jadi, kita harus bisa antisipasi hal ini sejarang apa pun dia terjadi,” papar Agus saat Asian Insights Conference 2020 bertema ‘Fixing a Fragile World: Anticipating the Next Black Swan?’

Agus juga menambahkan bahwa salah satu sektor yang mempunyai peran besar dalam pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia adalah industri Energi Baru Terbarukan. Dilansir dari mongabay, Indonesia sendiri mempunyai potensi 442 GW yang bersumber dari sinar matahari, angin, air, panas bumi, arus laut, dan seterusnya. Sayangnya sejauh ini, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam acara yang sama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku sudah memulai penerapan “Kami melihat tujuh peluang yang tengah menjadi fokus Jabar dalam memajukan ekonomi di tengah pandemi. Salah satunya adalah bisnis dan industri kami telah mengarah pada sustainable. Kami sedang melakukan transformasi terhadap lima pabrik plastik untuk menjadi pabrik solar, menggunakan sampah kota menjadi bahan pembakaran pengganti batu bara yang sedang dibangun di kawasan Bogor dan beberapa daerah di Jawa Barat,” paparnya

Executive Chairman Yayasan Inisiatif Dagang Hijau, Fitrian Ardiansyah memaparkan daya tahan dalam  sebuah ekonomi hijau menjadi sangat penting terutama dari sisi investasi. Walaupun begitu, menarik hati investor tidak bisa dalam waktu yang singkat, ada resiko tinggi dan proses panjang menuju keuntungan yang memberatkan mereka.

Sumber : Media Indonesia