Jelas Asyik Pakai Mobil Listrik

Jelas Asyik Pakai Mobil Listrik

Mobil listrik, tentunya bukan sesuatu yang sangat baru. Mobil listrik merupakan mobil yang digerakkan dengan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpanan energi. Sejak tahun 2000-an, para produsen mobil mulai memberi perhatian lebih kepada mobil listrik karena harga minyak dunia yang semakin tinggi dan dampak buruk polusi yang disebabkan mobil konvensional.

Pemerintah Indonesia sendiri, mulai serius untuk melakukan riset mobil listrik sejak tahu 2012. Seiring berjalannya waktu, pemerintah juga memberikan insentif berupa bebas pajak bagi mobil listrik. Banyak perguruan tinggi juga mulai merancang dan membangun mobil listrik, antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia dan masih banyak lagi.

Credit : unsplash/jankaluza

Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil. Kelebihan pertama, mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap minyak yang keberadaannya akan semakin habis di masa yang akan datang. Kelebihan kedua, adalah efisiensi energi. Setiap melakukan pengereman, kendaraan pasti akan menciptakan energi baru. Energi ini terbuang dengan gas yang dihasilkan sistem pembakaran bensin pada mobil konvensional. Namun, pada mobil listrik energi ini digunakan kembali dan disimpan dalam baterai sehingga terjadi penambahan daya. Artinya mobil listrik lebih efisien dalam penggunaan energi dibandingkan mobil konvensional. Kelebihan ketiga, bahan bakar yang digunakan dalam mobil listrik dapat diperbarui, tidak seperti mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil yang suatu saat dapat habis keberadaannya.  Listrik dapat dihasilkan dengan menggunakan energi terbarukan seperti energi matahari, air, dan angin. Meskipun harga mobil listrik secara umum lebih mahal dibandingkan dengan mobil konvensional, namun hal ini sebanding dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh mobil listrik.

Credit : unplash/johncameron

Mobil listrik juga dikenal sangat irit. Apabila dibandingkan antara biaya penggunaan mobil listrik dan mobil konvensional, mobil listrik menghabiskan biaya yang lebih sedikit. Setiap 100 km pemakaian, mobil yang memakai bahan bakar Research Octane Number (RON) 88 menghabiskan biaya IDR 50.385 dengan konsumsi bahan bakar diasumsikan 13 kilometer per liter bahan bakar. Apabila menggunakan mobil berbahan bakar RON 90, biaya yang dikeluarkan IDR 60.000, RON 92 IDR 80.000 dan RON 98 IDR 94.381 masing-masing dengan harga per liter RON 88 seharga IDR 6.550, RON 90 seharga IDR 7.800, RON 92 seharga IDR 10.400, RON 98 seharga IDR 12.250. Sedangkan apabila menggunakan mobil listrik, biaya yang dikeluarkan untuk 100 km perjalanan lebih rendah.

Data Kementerian ESDM menujukkan, mobil listrik Mitsubishi i-Miev butuh Rp24.668, Nissan Leaf Rp38.895, Hyundai Ioniq Rp35.787, dan Kia Soul EV Rp41.810. Hitungan ini berdasarkan asumsi tarif Rp1.650- Rp2.450 per kWh. Mobil listrik yang berukuran lebih besar membutuhkan biaya lebih tinggi. Jaguar i-Pace disebut butuh Rp55.274, Tesla Model S Rp46.468, BMW i3 Rp40.125, dan Hyundai Kona Rp40.070.

Sumber : CNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.