Kendaraan Listrik yang Sering Berkeliaran di Bandara Soekarno Hatta

Kendaraan Listrik yang Sering Berkeliaran di Bandara Soekarno Hatta

Penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle) sudah semakin banyak digunakan di Indonesia. Bahkan, saat ini kendaraan listrik juga digunakan sebagai transportasi publik. Salah satunya digunakan di bandara untuk transportasi penumpang antar terminal-terminal di bandara tersebut, atau sebagai transportasi lanjutan setelah turun dari pesawat.

PT. Angkasa Pura II yang merupakan operator 16 bandara di Indonesia mendukung dan mulai menggunakan kendaraan listrik. Terdapat beberapa kendaraan yang menggunakan listrik yang dioperasikan di Bandara Soekarno Hatta untuk mendukung pelayanan dan operasional bandara. Dengan kurang lebih 200.000 orang yang terbang melalui bandara ini serta 50.000 pekerja, kendaraan listrik akan sangat membantu. Lalu apa saja sih Sobat,  kendaraan listrik yang beroperasi di Bandara Soekarno Hatta?

1. Skytrain

Credits: NEWSmedia

Skytrain atau kereta layang beroperasi pertama kali di Bandara Soekarno-Hatta 17 September 2017. Skytrain ini mempermudah perpindahan antar terminal dan ke Stasiun Kereta Bandara. Skytrain merupakan moda transportasi yang disiapkan beroperasi tanpa awak dengan sistem automated guideway transit. Skytrain beroperasi di atas lintasan dual track sepanjang 3 kilometer.

2. Taksi Listrik

Credits: Ekonomi Bisnis

PT. Angkasa Pura II bekerja sama dengan Blue Bird mulai memperkenalkan layanan taksi listrik di Bandara Soekarno-Hatta pada 31 Mei 2019. Taksi listrik ini dioperasikan oleh Blue Bird berasal dari produsen mobil listrik Tesla yang berasal dari Amerika Serikat dan BYD dari China. Mobil Tesla yang dioperasikan berjumlah 4 unit dan mobil BYD berjumlah 24 unit, sehingga terdapat 28 taksi listrik yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta. Adanya taksi listrik ini mendukung konsep eco-airport di Bandara Soekarno-Hatta.

3. Boogie Car

Credits: nusantaratimur

PT Angkasa Pura II saat ini mengoperasikan sebanyak 62 boogie car bertenaga listrik untuk layanan transportasi penumpang di dalam terminal. Layanan ini dapat digunakan secara gratis untuk menuju boarding lounge di terminal.

4. Bus Listrik

Credits: CNNIndonesia

Angkasa Pura II mengoperasikan bus listrik berkapasitas 60 orang yang diproduksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dalam gelaran Asian Games dan Asian Para Games 2018. Bus listrik ini digunakan untuk sarana transportasi kontingen atlet untuk berpindah antar terminal. Garuda Indonesia juga pernah mengoperasikan bus listrik buatan Mobil Anak Bangsa untuk antar jemput karyawan di sekitar bandara.

5. Skuter Listrik

Credits: Inet Detik

Angkasa Pura II bekerja sama dengan Grab, perusahaan start-up di bidang transportasi memberikan layanan skuter listrik bernama GrabWheels sejak Juni 2019. Skuter ini berfungsi sebagai alat transportasi personal di Terminal 3. Adanya skuter GrabWheels menjadikan Bandara Soekarno Hatta menjadi bandara pertama di dunia yang menawarkan skuter elektrik (e-scooter) di terminal penumpang.

Terminal 3 Bandara Soekarno-hatta adalah terminal penumpang pesawat terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 25 juta penumpang dengan luas hingga 430.000 meter persegi dan panjang 2,4 kilometer, sehingga e-skuter merupakan solusi tepat untuk mengeksplor Terminal 3.

6. Segway

Credits: IndonesianUpdates

Segway merupakan alat transportasi personal yang digunakan oleh petugas pelayanan dan keamanan di terminal penumpang di Soekarno-Hatta. Setiap personil bandara mampu menjalankan tugas dengan baik dan merespons kejadian secara cepat dengan menggunakan transportasi segway ini.

Sumber : Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.