Memanfaatkan Area Bekas Tambang

Area pascatambang umumnya gersang, penuh lubang, sulit ditanami tumbuhan, atau digunakan normal kembali. Hal ini menjadi motivasi Pusat Penelutian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3Tek KEBTKE) untuk menggunakan lahan tersebut sebagai tempat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dadan Ksudiana selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa ini bisa dijadikan proyek pengerjaan PLTS lebih besar. Beliau juga mengatakan kalau saat ini pemerintah juga sedang menggarap proyek lahan bekas tambang milik PT Timah, Tbk.

BLU P3Tek KEBTKE akan mengukur dan memantau penggunaan energi, identifikasi biaya energi, mengelola resiko sampai memberikan sejumlah rekomendasi terkait peningkatan efisiensi. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial mewaikili Menteri ESDM menandatangani bersama Sekretaris Jendral Kementerian Lingkunagn Hidup Dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono menandatanagi memorandum of understanding (MoU) terkait pengeloalaan lingkungan paska kegiatan pertambangan.

Mereka memahami bahwa kegiatan pertambangan memang memiliki kompleksitas yang tinggi maka diperlukan peran pemerintah dalam pelaksnaannya. Selain itu, Kementerian ESDM selalu terus mendukung upaya-upaya untuk mengurangi dampak lingkungan hidup pasca kegiatan sektor ESDM, salah satunya dengan membuat peraturan wajib reklamasi psaca penambangan sesuai dengan persetujuan AMDAL yang diterbitkan.

“Kami komitmen untuk mengurangi dampak lingkungan hidup, apabila kewajiban-kewajiban tersebut tidak dilakukan, nanti pelayanan penambangan akan dikurangi atau tidak dilayani” kata Ignasius Jonan selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sumber : Janaloka